Selasa, 13 Desember 2011

Rahasia Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘RUBY’ yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril.
Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah. Harap dicatat bahwa panggilan Haji telah berlangsung sejak lama yaitu sejak Nabi Adam AS. Bahkan masyarakat Jahilliah yang musyrik dan menyembah berhala pun masih secara setia melayani jemaah haji yang datang tiap tahun dari berbagai belahan dunia.
Nenek moyang Rasulullah, termasuk kakeknya Abdul Muthalib adalah para ahli waris dan pengurus Ka’bah. Atau secara spesifik adalah penanggung jawab air zamzam yang selalu menjadi primadona dan incaran para jemaah haji dan para penziarah. Hadist Sahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda :
Satu riwayat Sahih lainnya menyatakan:
Rukun (HajarAswad) dan makam (Batu/Makam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”
Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.
Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.
Berdasarkan bunyi Hadist itulah antara lain maka setiap jamaah haji baik yang mengerti maupun tidak mengerti akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu …. saya harus menciumnya. Mencium Hajar Aswad!!!.
Tapi apa bisa? Dua juta jemaah, datang dimusim haji secara bersamaan dan antri untuk keperluan dan target yang sama. Begitu padatnya, maka anda harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberii ‘kecupan’ jarak jauh sembari melafaskan basmalah dan takbir: Bismillah Wallahu Akbar.
Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:
“Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.
Lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa waktu.
RIWAYATNYA
Dalam riwayat lanjutannya bahwa batu hitam  tersebut  pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran.
DIANGKUT DENGAN SORBAN MUHAMMAD
Diantara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah (606 M) yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat, karena keempat kabilah dalam suku Quraisy itu terus bersitegang ngotot pada pendapat dan kehendak masing-masing siapa yang mengangkat dan meletakkan kembali  batu ini ketempat semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.
Akhirnya muncul usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Mukhzumi yang mengatakan
”Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid pada hari ini.”
Pendapat sesepuh Quraisy Abu Umayyah ini disepakati. Dan ternyata orang pertama masuk pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah yang waktu itu masih berusia 35 tahun. Menjadi rahasia umum pada masa itu bahwa akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih sehingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya).
Muhammad muda yang organ tubuhnya yaitu HATI-nya pernah dibersihkan lewat operasi oleh Malaikat, memang sudah dikenal luas tidak pernah bohong dan tidak pernah ingkar janji. Lalu apa jawaban dan tindakan Muhammad terhadap usul itu?
Muhammad menuju tempat pernyimpanan Hajar Aswad itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu ditengah-tengah sorban kemudian meminta satu  orang wakil dari masing-masing kabilah yang sedang bertengkar untuk memegang sudut sorban itu dan bersama-sama menggotongnya kesudut dimana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil, Muhammad pulalah yang memasang batu itu ketempat semula.
RAHASIA HAJAR AL-ASWAD
Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga menyembah Ka’bah.
Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”
Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm : 53 ) “.
Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan. Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam (HR Tirmidzi).
sumber artikel : At-tiin Tour

Jumat, 18 November 2011

FAEDAH PUASA

Adapun faedahnya berpuasa itu amat besar yaitu :
  1. Orang yang berpuasa menahan hawa nafsunya dari pada makan, minum dan segala yang membatalkannya sejak dari timbul fajar subuh hingga terbenam matahari diwaktu maghrib tentulah timbul perasaan dalam hatinya, ingin menolong fakir miskin yang kadang kadang sampai tiga hari lamanya tidak memakan suatu makanan.
  2. Menanam sifat sabar, karena orang yang berpuasa terdidiklah menahan kelaparan, kehausan dan keinginan, tentulah akan berhati sabar menahan segala kesukaran (kesengsaraan).
  3. Menidik diri bersifat amanah, karena dengan puasalah orang dapat melatih dirinya agar menjadi kepercayaan orang (orang yang dipercayai). Biar bagaimana juga lapar dan hausnya, walaupun senidirian di dalam rumah, tidak ada seorang pun yang akan mengetahui halnya, dan segala yang akan dimakan dan diminumpun sudah tersedia, namun ia sedikitpun tidak mau makan atu minum, dengan yang demikian jiwa orang yang berpuasa itu akan membentuk dirinya supaya dipercayai orang. Dan dengan puasa itu jugalah terdidik seseorang menjauhi hak orang lain (yang bukan haknya sendiri) walaupun bagaimana juga kerasnya dorongan hawa nafsunya.
  4. Menidik diri bersifat shidiq (pembenar) karena dengan puasalah orang dapat menghindarkan (menjaga) dirinya dari sifat pendusta (pembohong) sebab berdusta dan berbohong akan membatalkan puasanya.
  5. Menambah kesehatan, karena orang yang berpuasa, kita sama maklum bahwa asal penyakit penyakit itu mulanya datang dan berhimpun didalam perut. Sebab segala apa yang telah dimakan dan diminum itu kesemuannya tersimpan didalam perut dan jika kurang penjagaan tentulah merusak kesehatan. Maka dengan berpuasa perut kita dikosongkan dan dibersihkan dari segala kotoran, dan dapatlah menjauhkan dari bahaya penyakit. Bukan hanya penyakit lahir saja, tetapi penyakit batinpun akan tercuci juga dengan sebab berpuasa.

SUWARI: unduhan

SUWARI: unduhan: silahkan unduh disini

Kamis, 17 November 2011

ISTIGHFAR SUATU RANGKA IMAN

     Untuk mengetahui kedudukan istighfar (memohon ampun dari dosa) dalam rangkaian pembinaan Iman dan Islam, baiklah kita perhatikan ayat Tuhan yang dibawah ini :

   "disediakan bagi orang orang yang taqwa di sisi Tuhan, beberapa syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan (disediakan juga) pasangan pasangan hidup (jodoh jodoh) yang suci bersih, dan (disediakan juga) kerelaan Tuhan. Dan Tuhan, maha memperhatikan hamba hambanya itu (yaitu) orang orang yang berkata (memohon) : Wahai Tuhan kami, sesunguhnya kami telah beriman, maka ampunilah kiranya dosa kami, serta jauhkanlah dari kami siksa neraka, (yaitu) orang yang senantiasa sabar, orang yang senantiasa berlaku benar, senantiasa menyembah Tuhan dengan hati nan khusyu", senantiasa bernafqah, dan senantiasa memohon ampun di waktu sahur dari segala dosanya." (Q.A. 15-17 S. 3: Ali ImranD).

     Ayat ini tegas benar menyatakan sifat sifat orang yang taqwa kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Mereka senantiasa mempergunakan waktu sahur untuk memohon kepada Allah semoga dosa dosanya diampuni Allah. Maka dengan ayat ini nyatalah bahwa ber-istighfar (memohon ampun dari segala dosa), termasuk salah satu rangka dari rangkaian Iman dan Islam, yang wajib ditegakkan oleh seluruh umat. Memang   Tuhan telah memerintahkan supaya para hamba bersistighfar. Diantara perintahNya yang tersebut dalam ayat ayat berikut ini:

"Dan memohon ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang". (Q.A 20 S. 73: Al Muzammil).

"Maka bertasbihlah kamu dengan memuji Tuhanmu, serta memohon ampunlah kamu kepadaNYa, sesungguhnya Dia maha menerima taubat". (Q.A 3 S 110: An Nasher).

    Kedua ayat tersebut, menegaskan bahwa diantara tugas yang diperintahkan kepada umat untuk melaksanakannya dengan sempurna dan sebaik baiknya, ialah tugas "beristighfar" (memohon ampun kepada Allah dari segala dosa).

      Sebenarnya memohon ampun itu adalah suatu hal yang tiada perlu kiranya untuk diperintahkan, karena tiap tiap orang yang berdosa, dengan sendirinya, harus merasa perlu untuk beristighfar itu. Akan tetapi boleh jadi oleh karena segahagian manusia mungkin sangsi tentang boleh atau tidaknya beristighfar itu, maka untuk menghilangkan kesangsian itu, Tuhan memerintahkannya dengan tegas sekali. Karena itu berbahagialah kiranya orang yang dapat mempergunakan kesempatan ini sebaik baiknya.

sumber : pedoman dzikir dan doa


TAQWA

Apakah taqwa itu. Taqwa adalah menjalankan suatu keyakinan dengan mengerjakan segala apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah Swt.

Sabtu, 05 November 2011

Senin, 31 Oktober 2011

PENIDIKAN KARAKTER

PENGEMBANGAN SILABUS BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER PENGERTIAN Silabus adalah rancangan pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, sumber belajar, dan nilai nilai perilaku berkarakter yang ingin dicapai. TUJUAN PENGEMBANGAN - Meningkatkan pengetahuan peserta dalam pengembangan silabus berbasis pendidikan karakter - Meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya mengembangkan silabus pembelajaran berbasis pendidikan karakter - Meningkatkan keterampilan mengembangkan silabus pembelajaran yang berbasis pendidikan karakter. PRINSIP PENGEMBANGAN - Ilmiah - Relevan